web analytics

Perpusnas RI Luncurkan Relima 2026, Kukuhkan Gol A Gong Kembali Sebagai Duta Baca Indonesia Periode 2026–2030

Jakarta, 18 Mei 2026 – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi nasional melalui peluncuran program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026 yang dilaksanakan pada Senin (18/5). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas gerakan literasi hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Program Relima 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi bagi pegiat literasi, komunitas baca, taman bacaan masyarakat, serta relawan dari seluruh Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi di lingkungan masing-masing. Melalui program ini, Perpusnas berharap dapat mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Perpusnas juga meluncurkan inovasi terbaru berupa aplikasi INLISLite 3.3, pengembangan sistem otomasi perpustakaan berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di era transformasi teknologi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mendukung perpustakaan agar lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut semakin istimewa dengan dikukuhkannya kembali Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia untuk periode 2026–2030. Sosok penulis dan pegiat literasi ini dinilai konsisten dalam mengampanyekan budaya membaca dan menulis kepada masyarakat, khususnya generasi muda di berbagai daerah.

Untuk Kota Sukabumi, terdapat dua perwakilan yang terpilih sebagai bagian dari program Relima 2026, yaitu Cucu Suryati dan Yolan Nur Aulia Elsas. Keduanya akan melanjutkan agenda berikutnya dengan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Relima yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 19–20 Mei 2026, sebagai bagian dari penguatan kapasitas relawan literasi dalam mendukung program nasional tersebut.

Peluncuran Relima 2026 menjadi pengingat bahwa literasi merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas literasi, perpustakaan, dan masyarakat luas menjadi kunci utama dalam membangun bangsa yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki budaya baca yang kuat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top